Komik, sudah menjadi media yang membahana ke seluruh dunia. Kualitas dan performanya seakan telah menyihir berbagai generasi dalam bilik imajinasi yang maha luas dalam altar bawah sadar dan kesadaran manusia. Bahkan komik mampu membikin ego semu yang mampu membuat realitas menjadi terpinggir menuju sudut yang tak tampak keberadaannya.
Kehebatan komik sudah sedemikian teruji secara konsisten sejak tahun berdirinya atau bahkan abad berdirinya. Tak henti-henti para ahli meneliti media ini. Meneliti dari berbagai sudut pandang. Mengkaji dari beberapa sisi estetik yang menarik dan sekedar mengamati sebagai sebuah media ternyata memberi dampak yang luar biasabagi perkembangan sejarah peradaban manusia.
Hal itulah yang mendorong saya untuk membuat karya ini. Media hebat yang sangat mempengaruhi saya sejak kecil. Bagi saya, tidak ada alasan untuk tidak mencintai media ini, media hebat yang bernama: Komik!!
Blog ini khusus dibuat untuk karya komik saya yang bertajuk ”Kembali Kepada Tuhan”. Idenya diawali dari banyak munculnya penyimpangan perilaku pada sebagian masyarakat kita yang memanjatkan doa kepada entitas selain Tuhan. Mereka meminta kepada makhluk-makhluk gaib yang bersemayam di tempat-tempat yang dianggap keramat. Perilaku ini sudah menjadi semacam dogma dan ritual yang harus dijalankan. Padahal ditinjau dari dogma agama manapun, yang mereka lakukan itu jelas menyimpang dan tidak benar.
Perilaku tersebut menjadi semacam duri dalam daging dan mungkin akan membawa dampak negatif bagi siapa saja, termasuk terhadap remaja. Apalagi sifat generasi ini jika dilihat dari sudut pandang psikologi sangat rentan oleh pengaruh dari luar, terutama yang buruk. Sehingga atas dasar itu, saya mencoba membuat komik yang ditujukan kepada para remaja tentang permasalahan tersebut. Saya Cuma berharap agar para remaja tidak menempuh jalan sesat itu.
Cerita dalam komik ini sebenarnya merupakan penggalan dari beberapa kisah nyata yang saya temui dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian kisah-kisah tersebut saya ramu dan saya jadikan dalam satu kisah melalui kaca mata seorang gadis remaja bernama Erika sebagai tokoh utamanya. Jadi lewat Erika inilah cerita tersebut mengalir.
Nama tokoh, figur manusia dan setting cerita adalah rekaan saya semata. Namun, penggambaran beberapa makhluk gaib yang tampil dalam komik ini sesuai dengan ujud aslinya, sesuai dengan apa yang ’dilihat’ lewat mata bathin oleh beberapa rekan spiritualis yang ikut membantu karya komik ini.
Semoga karya komik ini bermanfaat bagi siapa saja.
Salam.
Indi

